Sabtu , 16 Desember 2017
Home / Ibukota / Kontraktor Proyek Pembangunan TPS Senen akan mendapat Teguran
Pekerja Proyek Pembangunan TPS Senen (Sisi Jalan Senen) tampak tidak mengenakan perangkat keselamatan kerja. (Foto: Mampe/NuSa)
Pekerja Proyek Pembangunan TPS Senen (Sisi Jalan Senen) tampak tidak mengenakan perangkat keselamatan kerja. (Foto: Mampe/NuSa)

Kontraktor Proyek Pembangunan TPS Senen akan mendapat Teguran

Jakarta (NuSa) – Proyek Pembangunan TPS (Tempat Penampungan Sementara) Pasar Senen Blok 6 (Sisi Jalan Senen), Jakarta Pusat saat ini sedang dalam tahap pemasangan rangka baja. Hasil investigasi NuSa (2/8/2017), pada ketinggian dua meter tampak seorang pekerja sedang mengecat rangka baja yang telah terpasang. Namun, pekerjaan pengecatan itu tidak menggunakan alat keselamatan kerja.

Menanggapi hal itu, Fachry, Manager Umum PD Pasar Jaya mengatakan akan memberikan teguran kepada kontraktor. “Iya Pak. Kami tindak lanjuti dengan membuat teguran kepada kontraktor,” kata Fachry kepada NuSa (16/8/2017) melalui pesan seluler.

Sebelumnya diketahui bahwa proyek pembangunan TPS Senen Blok 6 Jakarta Pusat dilaksanakan oleh PT DUJI. Proyek yang dibiayai secara tahun tunggal itu seharusnya dikerjakan tahun 2016, namun karena lokasi dipenuhi PKL (Pedagang Kaki Lima) maka pekerjaan baru dilaksanakan setelah pengosongan. Alhasil, Maret 2017 pekerjaan tahun lalu baru dimulai.

Baca Juga: Penundaan Pembangunan TPS Senen Diduga Salah Perencanaan

Sesuai data LPSE, proyek itu dikerjakan dengan anggaran Rp 9,76 Miliar oleh PT DUJI. Namun saat berusaha dikonfirmasi, hingga berita ini diturunkan kontraktor belum memberikan penjelasan.

Hal itu menjadi perhatian beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Mereka menganggap kontraktor sangat tidak profesional. Sebagaimana dikatakan Ungkap Marpaung, Ketua LSM Pendoa Indonesia, semua proyek harus mengutamakan keselamatan kerja. Terlebih pada saat tender,  keselamatan kerja dipersyaratkan melalui Sistem Managemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) .

“Kontraktor sekelas PT DUJI menurut saya sudah mempunyai sertifikat SMK3, jadi harus diterapkan. Jangan hanya dijadikan syarat tanpa diimplementasikan,” kata Ungkap kepada NuSa (16/8/2017). (mps)*

About admin

Check Also

Penertiban Bangunan Liar di Rusun Dilakukan Bertahap

Penertiban Bangunan Liar di Rusun Dilakukan Bertahap

NUSANTARASATOE.COM, JAKARTA — Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, akan menertibkan sekitar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *