Rabu , 25 April 2018
Home / Ibukota / Easy Shopping Resahkan Konsumen
UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Easy Shopping Resahkan Konsumen

Jakarta (NuSa) — Konsumen ‘Easy Shopping’, Ichwani sangat berharap keberuntungan untuk mendapatkan hadiah dari hasil perbelanjaannya. Melalui beberapa lembar surat, dia dijanjikan berbagai jenis hadiah.

Sebagaimana dilansir dari Surat Kabar Warta Otonomi, surat-surat berhadiah tersebut berupa surat jaminan resmi, sertifikat penerimaan hadiah utama, surat nomor brankas dan surat-surat bonus lainnya. Bahkan, uang-uangan bergambar kepala negara dengan nominal Rp 100.000 dan Rp 50.000, yang dijanjikan dapat diubah menjadi pecahan Rp 399.000.000 dan Rp 100.000.000.

Kemudian, menurut pengakuan Ichwani, dia disebut sebagai pemenang hadiah utama Rp 399.000.000,-. Terpilih dari 525.224 orang yang diundi. Hadiah diberikan dalam bentuk sertifikat yang ditandatangani Ketua Komite Penghargaan Pelanggan, Junedi dan Manager Keuangan, Elizabet.

“Bahkan, pihak perusahaan menyuruh pemenang hadiah utama agar membuka rekening untuk mentransfer kepada pemenang hadiah tersebut,” kata Ichwani.

Namun, setelah menunggu lama Ichwani tak kunjung mendapat hadiah yang dijanjikan. Kemudian dia mendatangi perusahaan sebagaimana tertera surat-surat berhadiah tersebut. Malangnya Ichwani, Kuasa Hukum perusahaan pemberi hadiah menjelaskan bahwa konsumen atas nama Ichwani tidak terdaftar sebagai nominasi pemenang hadiah utama.

Ichwani merasa tertipu, hingga menyerahkan persoalan yang dihadapinya kepada kuasa hukum. Diantaranya Felix Nixon H. N. Ma, Hulae. SE. SH, Antony. SH, Rohiyat (LSM Topan AD) dan Rustam Efendi (Pers. Warta Otonomi) untuk mengambil langkah hukum.

Dia mengatakan, dirinya sudah berbuat sesuai dengan prosedur pada surat-surat berhadiah yang menyatakan Ichwani sebagai pemenang utamanya. Diantaranya Sertifikat Pemenangan Hadiah Utama Rp 399.000.000 yang akan dibayarkan 48 jam, Surat Jaminan Resmi, Surat Pembukaan Nomor Berangkas dan Surat Pernyataan dari Anne Cham Fort, salah satu karyawan Easy Shopping PT. Karisma Bahana Gemilang yang juga sebagai paranormal perusahaan tersebut.

“Ichwani dalam satu hari anda akan mendapatkan kombinasi astral yang bisa mendatangkan uang keberuntungan yang sangat jarang terjadi, ini dipercaya dapat memecahkan semua masalah keuangan anda karena jumlah uangnya paling tidak mencapai Rp 700.000.000 atas nama Ichwani beralamat Jl. Raya Curug No. 32 Rt. 002/Rw. 001 Kelurahan Curug Kulon Kec. Curug, Tangerang, Banten dengan No. Konsultasi 565998 Telp. 087786806511. Saya baru melihat sebuah dokumen uang dengan jumlah uang yang sangat besar atas nama anda, Ichwani. Dokumen tersebut menyatakan dibayarkan kepada Ichwani ?…Angka tujuh tersebut diikuti dengan begitu banyak angka nol,” begitu bunyi surat pernyataan yang diterima oleh Ichwani.

“Kenapa menurut pihak perusahaan ini promosi, yang saya tau promosi itu hanya satu hari dua hari saja, sedangkan semuanya sudah berjalan bulanan bahkan tahunan. Apa ini yang disebut promosi ? Kalau begini caranya yang dilakukan oleh perusahaan dengan tidak memberikan hadiah kepada saya, berarti saya kena tipu,” ungkap Ichwani.

Dengan tidak adanya titik temu dari kedua belah pihak akhirnya kuasa hukum Ichwani melayangkan Surat Somasi pertama dan telah dijawab oleh pihak kuasa hukum perusahaan akan tetapi jawaban tersebut ditolak oleh kuasa hukum pelanggan (Ichwani). Maka dilayangkan Surat Somasi yang kedua tanggal 26 Juli 2017 dan dibalas kembali oleh tim kuasa hukum perusahaan tertanggal 1 Agustus 2017 dan meminta balasan dari kuasa hukum pelanggan dengan batas waktu tujuh hari.

Perdebatan antara kedua tim kuasa hukum sebelum Surat Somasi Kedua dilayangkan berjalan cukup alot dan sama-sama tidak membuahkan hasil. Kuasa Hukum Ichwani mempertanyakan masalah uang-uangan yang bergambar Kepala Negara pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 yang disebarkan oleh perusahaan dan diganti isi lain yang nominalnya menjadi Rp 399.000.000 dan Rp 100.000.000 juga Perizinan Perdagangan beserta Surat-surat Promi lainnya kepada tim kuasa hukum perusahaan.

Sementara itu, sebagaimana dikutip dari warta otonomi, kuasa hukum perusahaan melalui juru bicaranya Christian P. Sinatra SH. MH. menjawab mengenai pengeluaran uang-uangan oleh pihak perusahaan telah disetujui oleh Bank Indonesia begitupun Izin Perdagangan sudah disetujui oleh Departemen Perdagangan dan mengenai Surat-surat yang diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan itu hanya promosi.

Dengan buntunya komunikasi yang tidak membuahkan hasil karna kedua tim kuasa hukum saling mempertahankan argumennya masing-masing, maka hal tersebut rencananya akan diteruskan dengan pelaporan kepada kepolisian Polda Metro Jaya oleh tim kuasa hukum pelanggan (Ichwani), tinggal menunggu kelanjutannya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan. (Mps/Jsg)

About admin

Check Also

YLKI Mendesak BI Membatalkan Peraturan Terkait Biaya Isi Ulang E-Money

YLKI Mendesak BI Membatalkan Peraturan Terkait Biaya Isi Ulang E-Money

NUSANTARASATOE.COM — Biaya isi saldo uang elektronik atau e-money mendapatkan penolakan dari beberapa pihak, lantaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *