Minggu , 19 November 2017
Home / Investigasi / Hukum / Danang Sasongko, Komnas Perlindungan Anak: Cegah Pedofilia, Masyarakat Harus Peduli dan Sensitif Terhadap Anak
Danang Sasongko, Sekjen Komnas Perlindungan Anak saat mengunjungi korban pedofilia di Polsek Cengkareng Jakarta Barat (21/8/2017). Foto: ist
Danang Sasongko, Sekjen Komnas Perlindungan Anak saat mengunjungi korban pedofilia di Polsek Cengkareng Jakarta Barat (21/8/2017). Foto: ist

Danang Sasongko, Komnas Perlindungan Anak: Cegah Pedofilia, Masyarakat Harus Peduli dan Sensitif Terhadap Anak

Jakarta (NuSa) – Sekjen Komite Nasional Perlindungan Anak, Danang Sasongko berharap agar seluruh masyarakat Indonesia peduli dan sensitif terhadap anak. Dengan begitu, pedofilia (kejahatan seks terhadap anak dibawah umur) dapat dicegah, karena akan mempersempit ruang gerak para pelaku.

Hal itu dikatakan Danang seusai berkunjung dan bertemu pelaku dan korban serta berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (21/08/2017).

“Untuk antisipasi dan menekan ruang gerak predator pedofilia disekitar kita, Keluarga dituntut untuk lebih berhati-hati,” kata Danang Sasongko kepada Wartawan.

Lebih jauh, Danang mengatakan belum lama ini telah terjadi kasus pedofilia yang diduga dilakukan AW (28tahun) terhadap belasan siswa usia 9-12 tahun di Cengkareng Jakarta Barat.

Kini, AW mendekam di tahanan polsek Cengkareng untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Danang mengatakan hasil perbincangannya dengan AKP Polar Lumbangaol Kasat Reskrim Polsek Cengkareng. Diperoleh keterangan bahwa hasil penyidikan Polsek Cengkateng terhadap korban dan terduga pelaku mendapati 9 Orang telah nelaporkan kejadian serupa.

“Selain dipegang-pegang kemaluannya, pelaku juga memasukan burungnya ke dubur korban dengan menggunakan pelumas sejenis minyak pelembab atau body lotion dan sabun. Barang bukti ditemukan dirumah terduga pelaku AW inilah yang dijafikan alat untuk melakukan perbuatan bejat dan tak bermoral itu,” kata Danang.

Jejak Pedofilia

Sebagaimana dilansir purnamanews.com. Menurut hasil penelusuran Komnas perlindungan anak, dua tahun lalu, terungkap kejahatan seksual terhadap 114 anak usia 5-12 tahun yang dilakukan Emon (28 tahun) warga Sukabumi, Jawa Barat.

Berikutnya, kejahatan seksual dan penyiksaan serta pembunuhan kepada 92 anak jalanan (children street) oleh Baykuni alias Babe (58 tahun) Di Jakarta Timur. Untuk menghilangkan jejak, Babe membuang mayat korban ke sungai. Kejadian yang sama pernah dilaporkan terjadi tahun 2010 lalu.

Selain itu, kejahatan seksual sodomi dan pedofilia diikuti menghilangkan nyawa korban dengan mengeluarkan usus korban. Dilakukan robot gedek terhadap anak puluhan anak yang hidup dijalanan (street children).

Bantuan terhadap Korban Pedofilia

Danang mengatakan, pihaknya memberikan pembelaan hukum kepada puluhan anak korban pedofilia dan membantu pihak penyidik Polsek Cengkareng dan memberikan pemulihan psikologis.

Sementara itu, Aris Merdeka Sirait menekankan agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Menurutnya hal itu bisa dilakukan dengan penerapan undang-undang perlindungan anak.

“Komisi Nasional Perlindungan Perlindungan Anak mendorong penyidik Polri Polres Jakarta Barat untuk menerapkan ketentuan pasal 81 ayat 1, 3 dan ayat 4 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penerapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (PERPU) No. 01 tahun 2016 mengenai perubahan kedua UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto pasal 76D UU RI No. 35 tahun 2014 dengan ancaman minimal 10 tahun sampai maksimal 20 tahun pidana penjara dan dapat pula dikenakan hukuman tambahan fisik seumur hidup,” kata Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak.

Dia menambahkan, pemulihan psikologis korban perlu dilakuka untuk menghindari perilaku korban untuk tidak meniru kejahatan itu nantinya.

“Komnas Perlindungan Anak segera membentuk Tim Psikolog Komnas Anak dan meminta Komisioner Elizabeth T. Santosa sebagai tim Psikolog Anak dan Keluarga untuk melakukan terapi psikologis sosial dan “trauma healing” korban dan keluargannya,” kata Arist. (mps)

About admin

Check Also

PHK

PHK Karyawan, PT DGP malah Digugat 709,5 juta

Jakarta(NuSa) – PT DGP mem – PHK – (Pemutusan Hubungan Kerja) salah seorang karyawannya karena …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *